skip to main |
skip to sidebar
TAK BISA MENUNGGU SAMPAI SELAMANYA
Mungkin saat-saat ini komunikasi antara kita berdua semakin jarang. Suatu saat, dimana hubungan kita yang mungkin menurutku sudah seperti angin lalu, aku merasa hidupku hampir seperti pohon tua yang sebentar lagi tak berfungsi. Aku terkejut akan berita yang kudengar tadi. Aku terkena penyakit yang menurut dokter belum atau tidak ada obat untuk menyembuhkannya. Sesungguhnya, sulit untuk disembuhkan karena aku telah mengidap leukimia stadium akhir. Aku sudah tidak tahu lagi apa yang dapat kuperbuat sekarang selain membuat karangan ini. Aku menyerahkan seluruh hidupku pada Tuhan. Memohon agar kehidupanku kembali seperti dulu. Kebahagiaan yang dulu tercipta bersama sahabatku, dapat terulang kembali menemani kehidupanku yang sebentar lagi tidak ada di bumi ini.
Keara, bisakah kamu kembali seperti dulu? Hanya untuk menemaniku di saat-saat terakahir. Sepanjang hidupku aku selalu menganggapmu sebagai kakakku sendiri. Tapi, kini aku tidak dapat melakukan apa-apa lagi. Aku hanya berbaring di tempat tidur, dan merasakan sakit yang tak tertahankan di tiap harinya. Semakin hari, kondisiku semakin memburuk. Begitu pula presentase harapanku untuk dapat bertahan hidup semakin mengecil. Kini, bulan Januari. Kata dokter, harapanku untuk hidup, hanya 2 bulan lagi. Tetapi, aku tetap bertahan, akan selalu bertahan.
2 bulan pun berlalu. Kondisiku kian memburuk bagai ranting yang telah layu, yang sebentar lagi akan patah. Aku sadar akan kondisiku sekarang. Ulangtahunnya tepat pada tanggal 1 Agustus mendatang. Sekarang, bulan April. Suatu keajaiban untukku dapat bertahan hingga sekarang. Kondisiku memang kian memburuk. Dokter menganjurkan padaku untuk tetap beristirahat di rumah sakit. Tetapi, aku bersikeras untuk bertemu dengan keara di suatu tempat dimana kami sering berbagi kisah hidup di waktu dulu.
Dokterpun dengan berat hati mengijinkanku menemuinya.
Saat kami ditaman, kupandang langit biru yang terus berjalan seperti kehidupan.
Menghirup udara segar seakan-akan harapanku untuk hidup masih panjang.
Matanya menatapku.
Kemudian, kupeluk tubuhnya erat.
“Kau tahu, kini aku merasakan kebahagiaan yang sangat besar melampaui kesedihanku selama ini. Betapa bahagianya diriku saat berada dipelukanmu seperti ini..”. Aku kembali menatap matanya lembut. “Keara, kamu tahu apa maksudku mengajakmu ke tempat ini? Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun..”. Keara pun melanjutkan, “Tetapi ulangtahunku masih 4 bulan ke depan.. Itu masih lama..”. Aku pun menghela napasku panjang-panjang. “Menurutmu, aku dapat menunggu selama itu? Selamat ulang tahun Keara. Aku menyayangimu. Selalu.”. Sesaat kondisiku berada pada tingkat paling buruk, kemudian aku menatap Keara yang makin lama penglihatanku makin tidak jelas. Aku tak sadarkan diri. Aku dibawa ke rumah sakit dimana aku dirawat selama ini. Keara masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba aku menjadi seperti itu. Ibuku menceritakan semuanya pada Keara…
HATIMU? HATIKU?
Kapankah kamu dapat mengerti betapa bahagianya aku ketika bersamamu? Kapankah kamu dapat mengerti hatiku selalu ingin bersamamu? Kapankah kamu dapat mengerti betapa pentingnya dirimu bagiku? Kapankah kamu dapat mengerti aku mengatakan semua ini? Keara, sahabatku, mungkin tidak 3 tahun kita akan berpisah. Waktu yang akan kita lalui, tidak. Mungkin hanya aku yang melaluinya. Kita akan berpisah 1 tahun lagi. Mamaku bermaksud memindahkanku ke sekolah lain. Keara, tolonglah. 1 tahun ini, ingin aku gunakan untuk berbahagia denganmu. Sulit bagiku untuk menemukan orang sepertimu. Sekali lagi, aku mohon padamu. Aku ingin kau menemani hidupku dan mendengar semua curahan hatiku.
Banyak kenangan yang telah kulihat kembali yang menurutku sekarang aku tak mengira hal itu benar-benar terjadi. Mengapa aku tak dapat mempercayai diriku sendiri? ITU PERNAH TERJADI, GILMORE!!! ITU BUKAN MIMPI!!! ITU KENYATAANNYA!!! Mungkin saat itu, hatimu masih dapat mengerti apa arti hatiku. Tetapi, aku harus jujur padamu, kini, hatimu kosong tentang apa arti hatiku. Dan kali ini, kamu telah berjanji padaku, untuk membuatku gembira oleh karenamu. Tolong, aku benar-benar memohon padamu. Tepati janjimu yang ini. Aku juga menginginkannya. Jangan membuatku kecewa dengan kata-kata ‘AKU JANJI . . .’. Sudah cukup kamu mengatakan itu, dan ternyata kamu selalu membuat hatiku tidak lagi percaya denganmu.
Aku benar-benar meminta kebahagian darimu yang tulus. Aku sangat membutuhkanmu sekarang. Karena hanya dirimulah yang dapat membuatku memiliki rasa bahagia seperti dulu lagi. Dapatkah kamu menjawab pertanyaanku yang satu ini? Kapan kenangan-kenangan indah darimu untukku dapat terulang lagi? Hatiku penuh keraguan, kegelisahan, dan ketakutan. Takut kebahagiaan tidak dapat menemuiku. Mungkinkah aku mendapatkan seseorang yang mungkin lebih baik darimu? Kamu telah membuat hidupku yang hitam putih menjadi berwarna. Menjadi begitu berarti dalam sejarah hidupku.
Tetapi, sadarkah hatimu, pikiranmu, dan dirimu apa yang telah kamu lakukan padaku? Kamu selalu saja membentakku. Kamu selalu saja mencaciku. Kamu selalu saja membuatku sedih. Sedih yang begitu besar sampai kuberpikir, tak akan ada lagi kebahagiaan yang akan kutemui dalam hidupku. Setiap kali kumengingatmu, kumengenangmu, selalu saja aku menangis. Mungkin apa yang kulakukan karenamu, kamu selalu saja menganggap itu berlebihan. Tapi, hatiku sudah terlalu rapuh merasakan kelakuanmu padaku yang selalu saja membuatku terpecah belah. Namaku, mungkin sudah tidak ada dalam hatimu. Tetapi, namamu akan selalu ada dan selalu tinggal di dalam hatiku.
Mungkin aku selalu menangis dan merasa bersalah, tetapi, sadarkah kamu, bahwa aku menangis untukmu? Aku menangis karena kamu yang selama ini kukenal, berubah begitu saja seperti Keara yang tidak kukenal. Keara yang baru yang sama sekali tidak sehati denganku. Keara yang sangat berbeda dengan yang dulu. Keara yang saat ini tidak dapat menganggapku sebagai sahabatnya. Kapan kamu akan balik seperti yang dulu? Aku rindu dengan Keara yang kukenal. Aku tidak mengenali Keara yang sekarang. Kamu siapa? Dimana kau sembunyikan Keara, sahabatku? Kembalikan dia padaku!!! Sekarang!!!
Hari telah berlalu begitu cepat. Sekarang, ia berada di Canada yang sangat jauh denganku. Ia sedang pergi bersama keluarganya. Mengapa di saat-saat seperi inilah aku dapat menemukan dia kembali seperti dulu? Aku mengenalnya. Keara yang benar - benar sahabatku. Betapa gembiranya aku melihat pesan darinya . . .
“Gilmore, aku sangat sayang padamu. Tenang. Aku akan kembali ke tempatmu. Aku juga rindu padamu. Jangan terlalu sedih karena aku pergi sejauh ini. ‘kan aku selalu tinggal di dalam hatimu.. Senyum yaa. Dadah. “
Sangat gembira aku membacanya. Seakan - akan dia yang dulu telah kembali ke hadapanku. Apakah mungkin dia berkata seperi itu, memang dari hatinya? Atau hanya untuk membuatku gembira saja? Kini, kami sudah sangat jarang berkomunikasi. Aku menginginkan dia di sampingku. Tepat saat ini. Aku butuh seseorang yang bisa mendengarkan semua ceritaku dan pelampiasan hatiku.
Kini, aku tidak tahu berada di manakah hatinya? Apakah masih ada tempat hatiku di hatinya? Aku tahu. Langit saja bisa berbohong. Mengapa manusia tidak? Semua manusia pasti pernah berbohong. Semua dan pasti. Aku sangat berharap, kalimat ini dapat memulihkan kembali kegembiraan hatiku, walaupun tidak ada lagi seorang sahabat yang bisa menemaniku.
“Tiada kehidupan tanpa kesedihan. Jangan melihat ke belakang. Masa lalu telah berlalu. Tegakkan terus hidupmu. Hidup itu seperti awan. Selalu saja tidak menetap dan berubah - ubah.”
Sekarang, tidak ada lagi senyum yang menemaniku tiap hari. Senyumku selama ini, tergantikan oleh air mata yang selalu keluar karena beratnya beban kesedihanku karenanya. Kami pun sekarang, layaknya seperti air dan api yang selalu bertengkar. Aku pun tidak tahu alasan semua kejadian ini. Aku rindu pada semua kenangan indahku bersamanya, yang selalu membahagiakanku di setiap detiknya. Semua kenangan itu, kini telah hilang dari bumi, tapi tetap tersimpan dalam hatiku, dan menganggap saat-saat sekarang hanyalah mimpi yang kuharapkan tak pernah terjadi dalam persahabatanku dengannya. Tapi, ternyata, mimpi-mimpi itu selalu hadir menggangguku tiap hari. Kami selalu tidak akur, dan saling menjengkelkan.
Aku sudah lelah marah-marah terhadapnya tiap hari. Dan aku pun juga sudah lelah dimarahinya tiap hari. Sampai saat ini pun aku masih bingung apa penyebab semua ini. Ia selalu menganggapku tidak bisa segalanya, dan selalu menganggap aku bukan siapa-siapanya. Sudah 3 bulan aku dihantam rasa sedih yang begitu berat dalam hidupku, yang dikarenakan oleh sebab yang itu-itu saja. Akankah sebentar lagi aku akan berpisah dengannya? Aku tidak ingin kehilangan sahabatku satu-satunya. Aku sudah seperti orang yang telah kehilangan kewarasannya di kelas. Tanpa sebab, aku dapat tiba-tiba tertawa sendiri di kelas untuk menghibur diri sendiri. Kadang, aku akan diam beberapa jam untuk memikirkan masalah yang ada selama ini. Tetapi, aku yakin, ia sekarang tidak akan pernah mengerti bagaimana perasaanku saat ini yang sudah kupendam selama 3 bulan. Dan aku sadar akan tingkah lakuku, ini semua tidak akan ada artinya apa-apa. Dia mungkin saja tidak akan meladeniku lagi. Kini, aku hanya bisa berharap, ia akan kembali seperti dulu, sebagaimana layaknya sahabat.
Banyak kalimat yang diucapkannya, yang saat ini menurutku amat berarti. Ingin diucapkannya lagi. Ingin mendengarnya lagi. Ingin melihatnya di surat lagi. Sebentar lagi, kamu akan ke Amerika, dan tentu saja berpisah denganku. Sebentar lagi kita akan berpisah. Aku perjelas itu. SEBENTAR LAGI KITA AKAN BERPISAH. Ya, aku tahu itu. Tapi, bisakah jangan sekarang? Tolong, aku membutuhkanmu seumur hidupku. Kamu tidak tahu susahnya aku mencari sahabat yang dapat bertahan lama denganku sepertimu? Mungkin menurutmu, aku tidak dibutuhkan olehmu lagi. Mungkin kamu telah mendapatkan teman baru lagi yang lebih baik dariku. Mungkin kamu akan meninggalkan aku secepatnya. Tapi, aku akan berkata sesuai apa yang ada di dalam hatiku ini, “AKU MEMBUTUHKANMU”. Pernahkah di dalam hatimu dapat merasakan betapa besar kesedihan yang kurasakan? Pernahkah kamu menepati semua janji yang telah kamu ucapkan padaku?
Kadang, aku berpikir, kapan kesedihanku akan terkalahkan oleh rasa gembiraku? Kapan rasa gembiraku datang? Kapan rasa sedihku musnah? Semua jawaban itu dapat diperoleh, tergantung darinya. Hanya dialah yang dapat merubah kesedihanku itu. Seandainya saja aku dapat menemukan dia kembali seperti masa lalunya, aku akan merasakan kegembiraan yang melampaui batas kesedihanku.
Masih banyak kata-kata yang tak dapat kuucapkan di karangan ini. Masih banyak kisah-kisah yang berarti dalam hidupku berasama dengannya yang tak dapat kulontarkan di karangan ini. Masih banyak kenangan indah berasama dengannya yang tak dapat kuberikan pada kalian yang telah membaca karangan ini. Masih banyak kejadian-kejadian yang mungkin akan terjadi yang tak dapat kuperhitungkan. Tetapi, biarlah kalimat-kalimat ini menjadi perantaraku untukmu, sahabatku.
Kamu akan selalu berada di dalam hatiku, walaupun kamu menganggapku seperti angin lalu ..
Kamu akan selalu kuinginkan, walaupun kamu menganggapku seperti barang tak bernilai ..
Kamu akan selalu menjadi sahabatku, walaupun kamu menganggapku seperti orang tak dikenal ..
Kamu akan selalu kuingat, walaupun kamu menganggapku seperti barang terbuang ..
Kamu akan selalu kusayang, walaupun kamu menganggapku seperti musuhmu sendiri ..
AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF ATAS SEMUA KESALAHANKU YANG TELAH KUPERBUAT TERHADAPMU, ATAS SEGALA KECEROBOHANKU, DAN ATAS SEGALANYA YANG MUNGKIN MEMBUATMU KECEWA. TETAPI, AKU BERKATA SEMUA INI SEJUJURNYA DAN SUPAYA KAMU MENGETAHUINYA,ITU SEMUA KULAKUKAN KARENA AKU AMAT MENYAYANGIMU ..
SEKALI LAGI, AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF ..
Karangan ini, kupersembahkan untuk satu-satunya orang yang menurutku special di mataku, juga dalam hidupku ..
Karangan ini, merupakan kalimat-kalimat yang keluar dari hatiku ..
Karangan ini, sangat kuharapkan dapat dibaca olehnya, dan dia dapat mengerti apa semua maksudku dalam karangan ini ..
Namaku Gilmore. Sejak aku berada di bangku sekolah dasar, sampai aku memasuki sekolah menengah pertamaku, jujur, aku tidak pernah mempunyai seorang teman akrab. Tidak memiliki teman hidup seperti ini, selalu mengganjal di hatiku. Aku tidak dapat mengerahkan isi hatiku pada siapapun. Kalau ada sahabat pun, tidak akan tahan lama entah kenapa. Tetapi, sebenarnya, Tuhan memberiku pertolongan yang begitu besar untukku. Pada aku duduk di bangku sekolah menengah pertamaku, tahun ke dua merupakan tahun yang begitu menyenangkan. Suatu saat, aku meminta dia, Keara, untuk mengisi bukuku. Ternyata, aku dan dia menjadi sepasang teman yang amat akrab.
Kami menjalin hubungan yang amat dekat, sampai akhirnya, kutemukan teman akrabku yang pertama di kehidupanku ini. Kami menjadi teman yang amat harmonis. Aku dapat mengerahkan isi hatiku padanya, dan ia pun memberikan respon yang membuatku selalu tersenyum. Senyum yang selalu ada tiap hari karenanya, selalu muncul dari hatiku yang terdalam. Senyum yang paling bahagia ketika aku mendengar suaranya, bertemu dengannya, berada di sampingnya, dan berbagi cerita hidup dengannya. Sampai detik ini, kami sudah berteman selama 1 tahun dan 3 bulan. Bagiku ia amat lama menjadi teman akrabku. Paling lama diantara yang lain.
Setelah aku sadar, dia sahabatku, orang yang dapat mendengar ceritaku dan memberinya respon, aku menganggapnya sebagai ORANG YANG SELALU BERARTI DI HATIKU.
Sekalipun dia membenciku, aku akan selalu tetap menyayanginya.
Sekalipun dia marah padaku, aku terima saja apa perkataannya.
Sekalipun dia jengkel padaku, aku selalu berusaha untuk tidak menjengkelkannya, dan tentu saja minta maaf.
Kupikir, 3 tahun lagi, ia akan meninggalkanku karena tempat kuliahnya yang begitu jauh dengan tempatku, London. Tapi, aku bingung dengan keadaan sekarang. Mengapa sekarang kami seperti orang yang pernah kenal saja? Bahkan seperti orang yang TIDAK pernah kenal. Apa artinya diriku sekarang di matamu? Aku sudah tidak pernah menceritakan cerita hidupku lagi dengannya. Sahabatku yang selama ini kukenal, yang selama ini kuanggap dia orang yang paling berarti di hatiku, lenyap begitu saja. Lagi-lagi kesedihan menghantam hatiku, yang membuat air mataku terus menerus mengalir. Langit sekali pun tahu berapa besar kesedihanku yang kurasakan sekarang. Mengapa sekarang aku dilihat olehnya seperti udara yang tidak dapat dilihat? MEMELUKMU, SAMA SAJA SEPERTI MEMELUK KAKTUS. MAKIN DIPELUK MAKIN SAKIT RASANYA.
aduh beneran deh gw gatau mau post apa *writers block*
hmm hmm oh iya lantai di kamar koko gw MELEDAK hahah
bukan meledak sih, hemmm gimana ye ngmgnya, kea retak2 gitu abis itu
diinjek sama koko gw trus bnyinya JDUAR gitu
skrg lg direnov, jadi gw digusur ke kmr bnyok gw koko gw ngungsi ke kmr gw
and my brother said that my room is COLDER THAN HIS ROOM
blah. 16 drjat aja itu masih adem ko, jadi buat aku tuh nggak terlalu dingin
dan dia ngubah temperaturenya jadi 26 drjt. HAH ITU MAH PANAS BANGET
oh yeah hari ini rekor gw brgkt ke sekolah sekitar jam 5.20
gara2 naek jemputan -_-"
yah mgkn itu aja kali ye. gw bingung mau post apa
I move by myself. You're my heartbreaker.
I do not kneel anywhere, still useful and haven't died yet
My body was ruined because of you
My dream was lost, my mind is lost
If it is for you i will move my body
I will race to where you are
But you only wave and wave GOODBYE
You said you hate me, what is the reason?
Your confident expression reveals everything and saddens me
But I still like you and ask for another chance
I hate it that you have turned once and I hate your COLD GLARE
you're my heart heart heart heart heart breaker
what have I done is wrong
no way no way
I'm leaving you i really am
let's see if you live well
My tragic love is tiring and goes wrong, no way
I ask everyday and you said that i have changed, no more words
Talk only if you know who you're dealing with
I'm now out of control, continuing alone
At that very place, GOODBYE and GOODBYE
You said you hate me, what is the reason?
Your angry voice reveals everything and saddens me
But I still like you and ask for another chance
I dislike it that you have turned once and I dislike your COLD SMILE
you're my heart heart heart heart heart breaker
what have I done is wrong
no way no way
I'm leaving you i really am
let's see if you live well
My tragic love is tiring and goes wrong, no way
I'll still be there, at your turned-off phone
I'll still be there, in front of my mailbox
I'll still be there, even if we're not close anymore
I'LL STILL BE THERE
The words, "Let's be together forever"
It is only for a sweet moment
Why aren't you affected?
I'm in so much pain
you're my heart heart heart heart heart breaker
what have I done wrong?
you're my heart heart heart heart heart breaker
no way no way
h.e.a.r.t breaker
no way.
yak hari ini tgl 17 agustus 2009
upacara di sekolah seperti biasa dan ... gw ikut MB .. hah
apel jam 6 pagi jadinya gw musti bangun jam stgh 5 PAGI
gw masih ngantuk bahkan pas dibangunin aja mata gw masih ketutup -_-"
abis itu pas dikasih tau bokap apel jam 6 langsung deh melek 0_0"
mandi buru2 trus topi gw ilanggg AAAAA
ternyata dicuci toh.. ehewww
udh gitu makan cepet2 lgsg deh ngebut ke sanur
ternyata udh ada yg dtg
dan cukup rame
gw kira gw bakalan telat apel.. OH NOOOOOOO~ gw gamao ye disuruh push up pagi2
yah ternyata pemanasannya cuma daily exercise doang
dan pas upacara tuh bner2 pegelnya mau mampus
yg laen duduk kita tetep berdiri tapi sambil posisi istirahat, TAPI TUMIT GW SAKIT BANGET YA OLOOOHHHHHHH
trus ya ada drama dari ank sd gitu
trus ada yg bawa tas, koper, sama benda bulet2 item gitu, dan ternyata di punggung anak itu ada tulisan "TERORIS"
YA OLOOHHH MAKJAAANN LUCU BENER AHAHAHAHA bahkan sampe ketawa2 ngakak gitu
trus ada yg tawuran gitu, dari SD, SMP, SMA, BAHAHAHA bayangkan ada SD TAWURAN BAHAHAHAHAHAA.
hmm trus pas slese upacara, kita dikasih tau kalo maennya jelek, YAH GW EMANG BERASA AMIT2 JELEKNYA MAU NGULANG *ktok2 meja*
trus gw nunggu di jemput sampe jam 11 abis itu ke GI buat nyari celana buat biking
gw sih ngikut2 doang soalnya gw lg kpengen makan sour sally hehehehe
untugnya kesampean juga makan sour sally dan gw dr GI beli album SUPER JUNIOR SORRY SORRY REPACKAGE ALBUM YIPIEE~ hahaha
udh gitu ke cc buat jmput kk gw, ternyata dia kluarnya lama bgt beneran deh, akhirnya gw turun ke cc
pas gw isuruh balik ke mobil, gw sambil smsan dan tiba2
"DUAARRRRRRR" si chris ngagetin gw, oke deh bagus bangt ye lo ngagetin gw graor! untung gw ga mati mendadak hahahhaa
ya udh gitu balik ke rumah dan ga ngapa2in hueeehh males.
HAPPY BIRTHDAY DEAR INDONESIA :D